Kamis, 25 November 2010

Gelar Daun Pisang, Cegah Kematian Karena Luka Bakar

Luka bakar boleh jadi tidak masuk ke dalam 3 tertinggi penyebab kematian utama di Indonesia dan dunia. Namun, luka bakar yang luas sering berakibat fatal. Banyak penderita korban kebakaran atau terkena sengatan listrik  telah meregang nyawa ketika mereka tiba di rumah sakit.

Hal utama yang dilakukan dalam menangani luka bakar yang luas adalah koreksi cairan tubuh dan pencegahan terhadap infeksi. Seseorang yang mengalami luka bakar luas, cenderung lari kesana kemari untuk mencari bantuan. Hal ini akan menyebabkan tubuhnya terkena angin dan evaporasi cairan tubuh semakin besar, keadaan ini akan berakhir dengan dehidrasi. Oleh karena itu, jika ada saudara, teman, ataupun keluarga yang mengalami luka bakar luas karena kebakaran misalnya ada baiknya anda sarankan untuk diam di tempat (stop), jatuhkan (drop), dan gulingkan (roll) agar api segera padam.

Ketika membawa orang yang terkena luka bakar, jangan biarkan mereka dalam keadaan yang terbuka. Kita bisa menggunakan selimut basah untuk menyelimutinya, atau menurut dr. Moerbono M, sp.KK dapat menggunakan daun pisang yang dibersihkan terlebih dahulu. Menurut Madhori A.Gore dan Deepika Akolekar pada jurnalnya yang berjudul ” Evaluation off Banana Leaf Dressing for Partical Thickness Burn Wounds” daun pisang mempunyai berbagai keunggulan dalam penggunaannya pada luka bakar. Daun pisang dapat mengurangi penguapan cairan karena terdapat lapisan lilin. Daun ini juga menimbulkan sensasi dingin pada kulit tubuh, tidak melekat pada luka, dan mempunyai permukaan yang luas sehingga dapat melingkupi semua bagian tubuh. Pada penelitian yang dilakukan oleh Evi Rohmatun yang berjudul ”Sifat Fisis dan Efek Salep Ekstrak Daun Pisang Muda (Musa Paradisiaca, Linn) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kulit Punggung Kelinci” ekstrak daun pisang muda membantu penyembuhan luka bakar dengan hasil yang cukup signifikan.

 Oleh karena itu jika mendapati korban luka bakar seperti kebakaran. Suruhlan sang korban berhenti (stop), jatuhkan (drop), dan gulingkan (roll). Selanjutnya selimuti tubuhnya dengan daun pisang yang telah dibersihkan dengan NaCL ataupun alkohol dan segera larikanlah ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan koreksi cairan serta pencegahan terhadap infeksi.

PENGANTIN SEMESTA DIDIKAN ALAM

Pagi hampir datang, kubuka mata dan kusiapkan segantang semangat untuk membuka lembar baru. Kuintip jendela, kulihat embun mulai berkemas akan meninggalkan pucuk daun yang telah memberinya tumpangan. ” Kau mau kemana ” tanyaku ingin tahu. Sang embun menghentikan kesibukannya, sembari tersenyum dia berkata, ” aku harus pergi, mentari akan datang sebentar lagi.” Aku tertegun. ” Apa kau membenci mentari? Dia telah membuatmu bersusah payah pergi tanpa tujuan pasti. Embun menggeleng. “ Kami saling mencintai dan merindukan, meski sekalipun aku tak pernah melihat wajahnya yang indah. Dia mengajarkanku untuk berbagi dan menghargai. Ketika malam tiba, dia rela bersembunyi di balik gunung untuk memberiku kesempatan merasakan nikmatnya tidur di ujung dedaunan, terayun-ayun dinina bobokan. Sebaliknya ketika fajar hampir menjelang, aku berkemas. Karena aku tak ingin dia menahan penat seharian bersembunyi di balik bebukitan. Kadang ketika aku terlambat bangun dia bersembunyi di balik mendung, hingga aku terjaga dan menyadari bahwa pagi telah tiba. Sebenarnya aku ingin bertemu dengannya, sekedar mengucapkan terimakasih atas kebaikan yang dia beri selama ini. Namun dia melarangku, dia berkata jika aku memaksakan diri bertemu dengannya, aku hanya akan menjadi uap air dan menguap begitu saja ke angkasa. Aku sungguh mencintainya meskipun sekalipun aku belum pernah melihatnya,” si embun berkata dengan binar matanya. Aku takjub, menahan haru yang menyeruak dada.

Mentari mulai meninggi, sang embun pun segera pergi. Aku melangkah keluar rumah. Kugerakkan badan sembari mengamati sekeliling. Aku melihat pohon mangga masih tertidur dengan pulas. Sementara benalu yang bertengger di dahan-dahannya dengan rakus mengambil sari makanan yang telah dia siapkan” Hei, kau jangan rakus, ” teriakku. Benalu berhenti mengunyah, dia melirikku. ” Mengapa kau mau enak saja? Tak mau bekerja tetapi hanya menumpang di rumah orang,” ujarku geram. ”  Si benalu mulai angkat bicara, ” Tau apa kamu tentang aku dan si mangga. Kau tahu? Dia bisa sampai pulas seperti ini karena aku yang selalu mendongengkan sebuah cerita untuknya. Kau tahu? Dia sering insomnia. Sering dia menangis di tengah malam karena tak ada kawan yang sanggup terjaga. Hingga aku datang mengunjunginya, dia merasa sangat bahagia. Dia tak ingin aku pergi. Buktinya dia tak pernah sekalipun mengusirku. Malah setiap lilitan ku disambutnya dengan mesra.” si benalu menjawab dengan begitu acuhnya lalu meneruskan sarapannya. Tak peduli dengan diriku yang masih menatap mereka dengan heran. Aneh, begitu pikirku.



Aku mulai melangkahkan kaki. Ingin segera mandi. Namun, lagi-lagi aku menatap nanar sang ulat yang bertengger manja di daun mawar yang hampir berbunga. Sembari menghirup udara pagi yang menyejukkan dia mengikis sedikit demi sedikit daun yang dia tempati. ” Hei, ulat tak tahu diri. Mengapa kau tega menghabisi mawar yang memberimu tumpangan. Tak tahu balas budi, ” seruku pilu. Sang ulat terbelalak, lalu tersenyum. ” Taukah kau wahai manusia. Mawar memang baik hati dan aku mengakuinya. Ketika aku linglung berjalan tak tentu arah, dia mempersilahkan aku tinggal di rumahnya yang mewah. Dia ijinkan aku untuk menikmati sepuasnya daun yang dia punya. Aku benar-benar terharu. Tapi bukan berarti aku tak tahu balas budi. Aku hanya perlu waktu untuk dapat membalas kebaikannya. Aku juga tidak terus-menerus menjadi parasit untuknya. Jika telah tiba saatnya aku akan menjadi ulat yang dewasa. Di mana saat itu aku telah siap untuk bersemedi. Jika lulus ujian, aku siap bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang menakjubkan. Dengan sayapku aku akan membantu perkawinan antara benang sari dan putik sang mawar sehingga dia bisa mempunyai keturunan. Mungkin apa yang aku lakukan tak bisa membalas apa yang dia berikan, tapi memang hanya itu yang bisa aku lakukan. Dari hati yang terdalam,” sang ulat menatapku tajam. ” Terserah jika kau tak percaya,” ujarnya kemudian.

Aku terdiam. Tanpa kata. Embun dan mentari tak pernah bertemu tetapi saling merindu. Benalu dan pohon mangga menciptakan sebuah elegi untuk saling melengkapi. Ulat dan mawar, saling memberi dan berbagi dengan cinta dan ketulusan. Bagiku mereka adalah ” pengantin semesta” yang tak terpisahkan. Pengantin semesta didikan alam. Yang tercipta bukan untuk saling menyalahkan. Namun, tercipta untuk saling mengisi dan melengkapi. Mereka mampu mensyukuri apa yang ada di sekeliling mereka. Karena mereka percaya bahwa Tuhan menciptakan umatnya tidak untuk hidup seorang diri.

Selasa, 23 November 2010

testimoni #1

Liku panjang perjalanan selalu mengesankan berbagai rasa bagi pelakunya. Termasuk juga bagi senior-senior yang dahulu berjuang di erythro. Dan inilah testimony mereka untuk erythro return… 

______________________________________________________________________________

Sel darah merah atau Erythrocyt Adalah sel drh terbyk pd sistim drh manusia.Dia membawa Hb yg mengikat O2,utk memberi 'nfs kehdpn sel'.Singkat cerita Erythro bisa memberi kan semangat kehdpn bg mhsw FK UNS,...loyo adalah kt haram bg mhsw kita,wkt itu.tks." (dr. Adi Yumanto)
***

Kelahiran kembali sebuah penerbitan, memang sesuatu yang sangat ditunggu, tentunya diharapkan akan membawa misi lama yang telah di "upgrade", akan terlihat lebih fresh dengan pesan-pesan yang lebih membumi, lebih aplikatif, selain tidak melupakan idealisme sebuah pers....(dr. Hadi Irawan)

***
Bismillahirrahmanirrahim.. Ketika dikabari bahwa teman-teman akan memulai kembali Pers Mahasiswa (persma) ERYTHRO yg telah rehat sekian lama, alangkah senang dan bangganya saya. Ternyata masih banyak yang peduli dan rela meluangkan waktunya untuk terbitnya kembali ERYTHRO. Masih terbayang dalam ingatan saya di masa ERYTHRO masih aktif terbit tiap periode, dimana tiap-tiap anggota ERYTHRO harus bekerja keras pada minggu-minggu mendekati deadline, hari-hari membuat layout yang melelahkan, tapi itu semua terbayarkan dengan rasa syukur, puas dan kelegaan ketika ERYTHRO terbit dan dibaca oleh semua kalangan FK UNS. Dengan terbitnya kembali ERYTHRO, semoga tetap bisa menjadi salah satu penyalur aspirasi mahasiswa dan dokter muda, juga menjadi sarana komunikasi antara mahasiswa dan staf kampus FK kita tercinta, sekaligus sebagai wadah bagi rekan-rekan yang hobi dalam jurnalistik untuk mengembangkan bakatnya. Siapa pun boleh mengungkapkan aspirasinya, dan disinilah tempatnya. Meskipun harus diingat bahwa apa pun yang disampaikan tetap harus mematuhi etika jurnalisme. Ini adalah awal yang baik untuk memulai kembali, dan semoga ERYTHRO bisa bertahan dari segala kendala seiring berjalannya waktu nanti. Insya Alloh.. Sukses selalu untuk ERYTHRO.. dari.Bintarti di Bandung
(dr. Bintarti Setyaningrum)

***


seneng buanget denger erithro mo terbit lagee.... jadi keinget masa2 dikejar2 n mengejar2 deadline (^^) pusing nyusun proposal buat nurunin dana univ, bujukin pihak BEM n fakultas biar dapet dana tambahan (yg berhasil buanget ampe dapet dana gede buat pelatihan, benerin ruang eritro n beli komputer baru (^^))
pokoke seneng dech pas masa2 itu...moga2 eritro bisa terus eksis, jangan kelamaan klo vakum (^^)
good luck (^^)

(dr. Bestriyani Aristyawati)

kembali





Tersadar.
Bangun dan kembali membangun diri, setelah tanpa terasa tertidur sekian lama.


Ini bukan kisah dongeng klasik  “Snow White” yang menunggu datangnya pangeran tampan. Bukan pula soal tidur kepanjangan atau tidur kebablasan, apalagi masalah bangun kesiangan. Sama sekali bukan,,,
Ini adalah tentang kembalinya Erythro ke dunia perkuliahan di FK UNS….

Akan selalu ada

Pasir kerap merasai hembusan angin pantai, berubah arah laut, darat, tiap periode perputaran bumi yang seolah sebagai pergiliran jalan lintasan mentari. Sedang jalannya bulan, menyirat tarikan-tarikan, munculkan pasang dan surut. Pasir lagi yang merasai perbedaan besaran gelombang.
***********

Mungkin agak lebay, tapi rasanya nyambung juga mengibaratkan Erythro dengan pola pantai (yah meskipun juga rada maksa sih). Layaknya gelombang laut, mengalami pasang- surut, begitu juga erythro. Banyak keadaan yang bekerja seumpama gravitasi bulan, ada pula berbagai keadaan yang seumpama purnama atau juga sebagai bulan mati. Reaksi unik antara waktu dan keadaan yang menjadikan kehidupan erythro pasang surut. Namun begitu, seperti pantai pula,, Erythro akan terus eksis J



Meski sempat dikata orang: mati,,,
Meski sempat dikata orang: hidup tak segan,,,
Meski banyak dikira mem-breidel diri,,,
Meski banyak dikira punah,,,
tapi lihatlah kenyataannya tidak
Erythro tetap ada dan akan TERUS selalu ada

Dari masa ke masa


 kami tahu merintis itu berat,,,,
ada rangkaian panjang perjuangan,,,
bukan sekadar proses instan semata,,,,


kami tahu perjuangan diawal tidak mudah,,,
banyak hal yang harus dibangun sejak permulaan,,,
curahan pemikiran mematangkan tiap perencanaan,,,
juga detil langkah menuju pencapaian,, meski dalam keterbatasan,,,





kami pun tahu,
perjuangan lanjutan pun tidak berarti langkah mudah,,,



















semoga kami pun dapat sebagai penerus perjuangan itu,,,
semoga teguh,,,
semoga tegar,,,